Sabtu, 29 Maret 2008

Kecil Menanam, Dewasa Menjarah


Penjarah kayu hampir setiap hari ditangkap petugas. Ini berati bahwa, setiap detik tanaman hutan sebagai penyangga banjir itu hilang oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab. Sementara, letih jika harus setiap hari menjadi penyeimbang atas hilangnya kayu-kayu yang menjadi jantung udara itu.
Akankah anak kecil yang masih minum susu ini, memikirkan kelestarian hutan kita?. Sementara yang 'mentas' berpikir asyik hanya menikmati rindangnya hutan?. Ya, semboyan : kecil menanam dewasa memanen, sepertinya benar juga. Namun kebenaran itu bisa saja berbalik : Kecil menanam, dewasa menjarah. Akibatnya, tak sedikit yang menjadi korban tanah longsor, banjir

http://news.okezone.com/index.php/photo/detail/530/cegah-banjir-anak-tk-tanam-pohon

Rabu, 26 Maret 2008

Gagal Nyalip, Bus Sumber Kencono Terguling


FOTO : SINDO/TRITUS JULAN : SOPIR CEROBOH : Badan bus Sumber Kencono tertancap di areal persawahan Jalan Raya Baron setelah gagal menyalip bus Mila dan menabrak perlintasan KA.


NGANJUK (SINDO) – Sebuah bus terguling setelah menabrak palang perlintasan kereta api di Jalan Raya Baron dini hari kemarin. Beruntung, kecelakaan yang terjadi karena ulah ugal-ugalan sopir ini tak merenggut korban jiwa.

Sukiyem, salah satu dari 11 penumpang bus nahas ini mengaku, kecelakaan ini terjadi lantaran ulah ugal-ugalan sopir sejak keberangkatan dari Surabaya. Saat mendekati perlintasan KA, sopir berusaha menyalip bus Mila dari arah kanan. Namun belum sempat bus Sumber Kencono ini menyalip, tiba-tiba bus Mila banting stir kekanan karena ada kendaraan roda dua tanpa lampu didepannya.

Untuk menghindari tabrakan antar bus, Herman lalu membanting stirnya ke kanan dengan kecepatan tinggi. ’’Bus langusng menabrak pembatas jalan dan palang perlintasan KA, dan langsung terperosok ke sawah,’’ tutur Sukiyem, warga Pontinak, Kalimantan yang juga mengalami luka patah tulang itu.

Akibat benturan keras ini, 11 penumpang yang rata-rata sedang tertidur itu berhamburan dari tempat duduk mereka. Selain Sukiyem, beberapa penumpang lainnya juga mengalami luka-luka, termasuk Herman, si sopir. Sedangkan kaca bagian depan bus hancur berantakan.

Sukiyem harus dirawat di RSD Nganjuk karena patah tulang yang dideritanya. Sementara Herman dan keneknya, Supartono, sementara masih dimintai keterangan di Mapolres Nganjuk.

Damianto, salah satu penjaga palang pintu perlintasan mengaku, sekitar pukul 00.15 bus Sumber Kencono ini melaju dengan kencang. Sopir tak waspada dengan kondisi jalan yang menikung tajam. Sehingga, sopir tak bisa mengerem saat gagal menyalip bus Mila yang langsung melarikan diri dini hari itu juga. ’’Memang lajunya cepat, sampai-sampai bus terpelanting beberapa puluh meter dari jalan raya,’’ tutur Damianto.

Hingga siang kemarin, petugas dari Polres Nganjuk masih tampak sibuk mengevakuasi bangkai bus yang terperosok ke sawah yang berjarak sekitar 30 meter dari jalan raya. Sebuah mobil derek dari Sat Brimob yang didatangkan sejak pagi kemarin, mengalami kesulitan mengevakuasi bus yang dalam kondisi tergiling dan rusak berat itu. Apalagi, posisi bus nopol W-7081-UR yang terguling tertancap di areal persawahan yang penuh dengan lumpur.

Tak hanya polisi saja yang disibukkan atas kecelakaan ini, petugas KA juga terpaksa menghentikan arus lalu-lintas dengan cara manual. Pasalnya, salah satu palang kereta api hancur setelah diseruduk bus yang dikemudikan Herman, warga Kabupaten Madiun itu. PT KAI mengalami kerugian puluhan juta akibat kejadian ini.

Tak hanya itu, arus lalu-lintas di jalan raya Baron juga mengalami kemacetan. Beberapa pengendara yang lewat kerap berhenti untuk melihat badan bus jurusan Surabaya – Jogjakarta itu.

Kapolres Nganjuk, AKBP Subiyanto membenarkan adanya kejadian ini. Menurutnya, hingga sore kamarin petugas kepolisian masih berupaya untuk mengevakuasi badan bus. Ia berharap, kejadian tersebut tak terulang lagi, apalagi di jalan raya ini memang rawan terjadi kecelakaan. ’’Karena tikungan tajam dan ada perlintasan KA. Sopir harus ekstra hati-hati melewati jalan ini,’’ kata Kapolres. (tritus julan)

http://news.okezone.com/index.php/photo/detail/520/gagal-nyalip-bus-terguling

Jumat, 07 Maret 2008

Tabrakan Maut, Satu Keluarga Tewas


Jum'at, 07/03/2008

JOMBANG(SINDO) – Kecelakaan maut menimpa satu keluarga asal Kab Pati, Jateng, kemarin. Empat anggota keluarga ini tewas setelah mini bus yang ditumpanginya tertabrak bus di perempatan Jalan Raya Mojoagung,Jombang.

Tabrakan bermula saat mobil mini bus bermuatan 19 penumpang yang berjalan dari arah Madiun itu hendak berbelok ke arah selatan, menuju arah Kandangan, Kediri. Dari arah barat, mini bus dengan nopol B 7244 ST yang dikemudikan Juwari melaju pelan dan hendak berbelok ke kanan.

Tiba-tiba, dari arah timur muncul bus Sumber Kencono nopol W 6450 FU dengan kecepatan tinggi.Tak pelak, dua kendaraan ini pun beradu. Brak, kecelakaan hebat pun tak dapat dihindarkan. Bus yang dikemudikan Sutopo, 46, warga Mojokerto itu menabrak lambung kiri mini bus hingga ringsek dan tergeser beberapa meter ke arah selatan.

Kendati tak sampai terguling, 19 penumpang itu mengalami luka yang cukup parah. Bahkan,saking kerasnya tabrakan, dua penumpang mini bus Muhammad Jufri, 60, dan Rondi, 60, keduanya warga Desa Salak,Kec Gembong,Kab Pati, langsung tewas seketika dengan luka parah di bagian kepala dan kakinya.Luka parah juga dialami lima penumpang mini bus lainnya, yakni Maswan, 33, Sugimah, 50, Jumari, 47, Nurjanah, 32, serta sopir minibus, Sunardi,50.

Beberapa warga yang mengetahui kecelakaan ini segera memberikan bantuan dan mengevakuasi korban dari dalam mobil. Tak lama berselang, petugas dari Mapolsek Mojoagung yang letaknya berdekatan dengan tempat kejadian perkara (TKP) turut memberikan bantuan dan mengirim para korban ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Jombang.

Untuk menghindari amukan massa,sopir bus yang diduga lalai ini langsung diamankan di polsek setempat. Akibat kejadian tersebut, lalu lintas di jalan raya itu sempat macet hingga satu jam.Kemacetan segera diatasi setelah petugas mengevakuasi dua kendaraan yang terlibat kecelakaan maut itu. Darmuji, 45, warga setempat yang menjadi saksi kecelakaan ini menuturkan, bus Sumber Kencono yang dikemudikan Sutopo ini memang terlihat melaju kencang dari arah timur. Ia menduga, rem bus blong sehingga sopir tak bisa menghindari mini bus yang ada di depannya.

’’Memang lajunya kencang.Tanpa rem, bus langsung menabrak mini bus,’’ terang Darmuji. Di RSD Jombang,petugas medis di ruang unit gawat darurat (UGD) sempat kebingungan menangani banyaknya korban.Apalagi, beberapa di antaranya masih anak-anak. Dua korban yang mengalami luka berat, Nasfiah,37, dan Asmuji, 43, tak berhasil diselamatkan petugas medis.

Luka di bagian kepala keduanya menyebabkan dua korban ini mengalami koma dan beberapa menit kemudian meninggal dunia. Dr Iwan Maftukin, salah satu dokter RSD Jombang yang menangani pasien massal mengungkapkan, dua korban yang meninggal lantaran mengalami luka yang cukup parah.

Menurutnya, korban mengalami gegar otak yang fatal akibat benturan keras. ’’Demikian juga dengan dua korban meninggal sebelumnya. Sulit untuk menyelamatkan nyawa korban dengan kondisi yang parah itu,’’ tutur Iwan.

Tandik Siroj, salah satu korban yang mengalami luka ringan menuturkan, rombongan keluarga ini hendak takziah ke salah satu saudaranya yang dirawat di Rumah Sakit Ploso Rejo,Malang.Menurutnya, salah satu saudaranya itu baru saja melahirkan dan harus kehilangan anak yang baru saja dilahirkan.’’ Maksud kami ingin takziah, tapi justru kejadian memilukan ini menggagalkannya,’’ kata Siroj yang terlihat masih shock.

Dia sendiri mengaku telah menghubungi salah satu saudaranya yang ada di Pati atas kecelakaan yang menewaskan empat saudaranya itu. ’’Kabar sedih kembali didapati keluarga. Dan ini malah lebih banyak lagi yang meninggal,’’ katanya. Dia berharap, agar polisi bisa menguak siapa yang memicu terjadinya kecelakaan maut. ’’Yang jelas sopir kami sudah melaju lamban dan mengikuti lampu lalu lintas yang ada,’’ tegasnya.

Kasatlantas Polres Jombang AKP Dodot mengaku telah mengamankan sopir bus, berikut dua kendaraan yang terlibat tabrakan maut ini.Menurutnya, polisi telah melakukan olah TKP dan selanjutnya akan menyelidiki lebih jauh kasus ini.

’’Sementara sopir bus kita amankan. Dan kami akan menyelidiki lebih lanjut penyebab kecelakaan,’’ kata Dodot. Dia kemudian mengimbau kepada pengguna jalan di Jalan Raya Mojoagung itu.Pasalnya, di daerah ini memang rawan kecelakaan. (tritus julan)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/jawa-timur/tabrakan-maut-satu-keluarga-tewas.html