JOMBANG(SINDO) – Menjelang pencoblosan Pilkada Jombang, Panwas panen pelanggaran. Beras dan uang mulai disebar pasangan calon.
Laporan pelanggaran yang masuk di Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Jombang melalui Panwascam menyebutkan, pembagian ”beras politik” ini terjadi di hampir semua kecamatan.Kontan,kondisi ini membuat Panwas kelabakanuntuk menertibkan. Ketua Panwas Jombang Ainaul Mardiyah menyebutkan, pembagian beras kepada pemilih terjadi di 20 kecamatan.
Dari 21 total kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Wonosalam yang lolos dari kegiatan politik uang (money politics) itu.”Laporan yang masuk ke Panwaskab, hanya Kecamatan Wonosalam yang belum ada pembagian beras. Namun kami yakin,di kecamatan ini bakal terjadi hal serupa,” ujar Ainaul kemarin.
Modus pembagian beras itu, beberapa orang membagikan kepada pemilih dengan menggunakan truk.Namun, kata dia,modus yang dipakai tergolong licin dan lemah untuk bisa dijerat.Semua beras yang dibagikan tanpa diembel- embeli gambar pasangan calon maupun nomor urutnya.
”Semuanya tak mengaku dari calon maupun tim sukses.Mereka berdalih, beras itu zakat maal dari para tokoh masyarakat,”katanya. Lantaran itu, pihaknya mengaku kesulitan untuk menjatuhkan sanksi.Hanya, kata dia,pihaknya akan tetap memanggil oknum-oknum yang telah kedapatan membagikan beras kepada masyarakat. Kemarin malam ia sengaja menghadirkan para pembagi beras itu.
”Malam ini (kemarin) kami akan mengklarifikasi kepada para pembagi beras. Semuanya akan kami hadirkan. Targetnya, siapa dalang di balik pelanggaran ini,”ujarnya. Disinggung soal calon siapa yang dimungkinkan melakukan pembagian beras ini, ia tak bisa menyebut. Hanya, kata dia, dari informasi awal yang diterima, pembagian beras ini dilakukan hampir semua pasangan calon.
Kendati demikian, ia akan tetap menelusuri asal-usul beras ini. Dia mengaku, telah puluhan ton beras yang berhasil disebarkan kepada warga. Menurut dia, pihaknya kesulitan untuk mengambil kembali beras-beras yang sudah di tangan warga itu. Selain banyaknya penerima,masyarakat juga marah jika beras itu ditarik kembali Panwas.
”Susahnya, masyarakat juga suka dengan pelanggaran ini,”ujarnya. Dia menyebut, hingga kemarin pihaknya telah mengamankan sekitar tujuh ton beras yang didapat dari hasil tangkapannya di Kecamatan Sumobito dan Kesamben.Jika tak ada yang mengakui, rencananya beras tersebut akan dibagikan kepada warga seusai Pilkada digelar.
”Dari Kecamatan Sumobito, beras itu diangkut menggunakan truk L-300. Beratnya sekitar tiga ton. Sementara di Kesamben, beras yang kami amankan sekitar empat ton,”ungkapnya. Tak hanya beras, money politics dengan bentuk pembagian uang juga sudah mulai ditemukan siang kemarin. Hanya saja,kata dia,pihaknya masih belum bisa menangkap pelaku. Dia menegaskan, sejauh ini pihaknya masih sebatas menerima pengaduan dari masyarakat dan Panwascam.
”Belum ada tersangkanya. Pembagian uang terjadi di Kecamatan Ngoro dan Mojoagung,”ujarnya. Terkait maraknya serangan fajar itu, pihaknya langsung memberikan instruksi kepada Panwascab untuk bersiaga di detik-detik akhir sebelum pencoblosan.Menurutnya, Panwascam akan melakukan pemantauan di wilayah masing-masing untuk meminimalisasi pelanggaran. ”Puncaknya memang menjelang pencoblosan,”ujarnya.
Selain pelanggaran pembagian beras dan uang,ia juga mencatat sejumlah pelanggaran lain. Pelanggaran administratif yang ditemukan masih banyaknya pasangan calon yang kampanye di luar zona dan jadwal. Selain itu, pengerahan kepala desa saat kampanye juga dilakukan hampir semua pasangan calon.
”Pelanggaran jenis ini banyak dilakukan pasangan nomor 1 (Nyono-Halim) dan pasangan incumbent,nomor 3 ( S u ya n t o - Wi d j o n o ) ,” ujarnya. Anggota Panwas Kabupaten Jombang Fathoni mengatakan, kemarin pihaknya mengerahkan semua anggota Panwascab untuk memantau pelanggaran-pelanggaran. (tritus julan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar